Beranda » Tarikh dan Kebudayaan Islam » Sirah Shahabiyah » Khulafaur-Rasyidin (Khalifah)

Khulafaur-Rasyidin (Khalifah)

T Diposting oleh pada 1 June 2016
F Kategori ,
b Belum ada komentar
@ Dilihat 370 kali

007. khalifah-rasyidin

Khulafaur-Rasyidin berasal dari kata khulafa’ dan ar-rasyidin.  Kata khulafa, merupakan jamak dari kata khalifah artinya pengganti sedangkan kata  ar-rasyidin artinya mendapat petunjuk.  Jadi khulafaurrasyidin menurut bahasa adalah orang yang ditunjuk sebagai pengganti, pemimpin atau penguasa yang selalu mendapat petunjuk dari Allah SWT. Khulafaurrasyidin menurut istilah adalah pemimpin umat dan kepala negara yang telah mendapat petunjuk dari Allah SWT. untuk meneruskan perjuangan Nabi Muhammad saw.

Masa pemerintahan khulafaurrasyidin adalah empat khalifah pertama sesudah wafatnya Rasulullah SAW :

1. Abu Bakar Ash-Shidiq (632 – 634 M)

Ia adalah sahabat nabi yang paling setia dan terdepan dalam membela Nabi Muhammad dan para pemeluk Islam. Ia juga orang yang ditunjuk Nabi SAW untuk menemani hijrah ke Yatsrib (Madinah).  Ketika Nabi SAW sakit keras, Abu Bakar adalah orang yang ditunjuk untuk menggantikan beliau sebagai imam dalam shalat. Karena hal ini kemudian dianggap sebagai petunjuk agar Abu Bakar nantinya yang akan menggantikan kepemimpinan Islam sesudah Nabi SAW wafat.

2. Umar bin Khattab (634 – 644 M)

Pengangkatan Umar menjadi khalifah adalah berdasarkan surat wasiat yang ditinggalkan oleh Abu Bakar. Ketika Abu Bakar sakit dan merasa ajalnya sudah dekat, ia bermusyawarah dengan para pemuka sahabat, kemudian mengangkat Umar ibn Khatthab sebagai penggantinya dengan maksud untuk mencegah kemungkinan terjadinya perselisihan dan perpecahan di kalangan umat Islam. Kebijaksanaan Abu Bakar tersebut ternyata diterima masyarakat yang segera secara beramai- ramai membaiat Umar. Umar menyebut dirinya Khalifah Rasulillah (pengganti dari Rasulullah). Ia juga memperkenalkan istilah Amir al-Mu’minin (petinggi orang-orang yang beriman).

3. Utsman bin Affan (644 – 655 M)

Pengangkatan Utsman tidak seperti pengangkatan khalifah sebelumnya,Ustman diangkat menjadi khalifah setelah diadakan musyawarah oleh para sahabat yang ditunjuk oleh Umar melalui surat wasiatnya.  Hal tersebut dilakukan setelah Uhtmar bin Khattab tidak dapat memutuskan bagaimana cara terbaik menentukan khalifah penggantinya. Segera setelah peristiwa penikaman dirinya oleh Fairuz, seorang majusi persia, Umar mempertimbangkan untuk tidak memilih pengganti sebagaimana dilakukan Rasulullah. Umar menunjuk enam orang Sahabat sebagai Dewan Formatur yang bertugas memilih Khalifah baru. Keenam Orang itu adalah Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abu Waqash, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi tholib.

4. Ali bin Abi Thalib (655 – 661 M)

Setelah Utsman wafat, masyarakat beramai-ramai membaiat Ali ibn Abi Thalib sebagai khalifah. Namun demikian, kemudian timbullah persoalan ketika Ali mulai mengeluarkan kebijakasanaan baru sebagai khalifah. Ali menon-aktifkan para gubernur yang diangkat oleh Utsman. Dia yakin bahwa pemberontakan-pemberontakan terjadi karena keteledoran mereka. Dia juga menarik kembali tanah yang dihadiahkan Utsman kepada penduduk dengan menyerahkan hasil pendapatannya kepada negara, dan memakai kembali sistem distribusi pajak tahunan di antara orang-orang Islam sebagaimana pernah diterapkan Umar.

Belum ada Komentar untuk Khulafaur-Rasyidin (Khalifah)

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Khulafaur-Rasyidin (Khalifah)

022. Kematian

Kematian itu PASTI !! Maka persiapkanlah !!

T 17 June 2016 F , , , A Suyana Smart

Kematian adalah sebuah kepastian yang pasti akan terjadi pada setiap makhluk di bumi ini yang diciptaan Allah SWT, termasuk manusia. Sehingga ketika ajal menjemput kita tidak bisa berlari, menghindar atau bahkan bersembunyi. Karena kemanapun tempatnya, ajal pasti akan menghampirinya di... Selengkapnya

010. Baca Al-Qur'an

Mengapa Al-Qur’an Diturunkan dalam Bahasa Arab?

T 20 June 2016 F , , , A Ust. Eldi Herlani

Salah satu sunnah Ilahi adalah mengutus para nabi dan rasul kepada manusia untuk memberikan petunjuk kepada mereka. Para nabi juga—dalam berinteraksi dengan orang-orang yang kepadanya mereka diutus—menggunakan bahasa kaum tersebut. Karena bahasa merupakan satu-satunya media komunikasi antarmanusia dan para nabi... Selengkapnya

Sejarah Hari Santri Nasional 22 Oktober, Sejarah Hari Santri Nasional, Hari Santri Nasional

Selamat Hari Santri Nasional 2017 – Sejarah Hari Santri Nasional 22 Oktober

T 22 October 2017 F A Suyana Smart

Sejarah Hari Santri Nasional 22 Oktober – Hari Minggu, 22 oktober 2017 diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Hari Santri Nasional sudah ditetapkan oleh pemerintah melalui Keppres nomor 22 tahun 2015. Penetapan Hari Santri Nasional tanggal 22 oktober ini disambut baik... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai program/kegiatan kami.

PONPES CENDEKIA DAARUL MUHSININ

HUBUNGI KAMI

Jl. Kesadaran RT.03/09 Kel. Sukmajaya Kec. Sukmajaya Kota Depok 16412.
Telp./WhatsApp.0856-1304-791
BBM. 5a5535ec
email: cendekia.daarulmuhsinin@gmail.com
website: www.daarulmuhsinin.com

Langganan Artikel Islami

Masukan email Anda disini !!!

Close
Assalamu'alaikum ... (^_^)

Salam santun kami ucapkan kepada pengunjung situs ini. Semoga keberkahan senantiasa mengiringi langkah kita. Untuk berlangganan berita terbaru seputar kajian islami silakan masukan email Anda disini.


by Sharp Coders